إنا أعطيناك الكوثر * فصل لربك وانحر * إن شانئك هو الأبتر
Surah
ini terkenal dengan surah paling pendek di dalam Al Quran, khususnya pada
jumlah ayatnya. Meskipun demikian, kalau dikaji lebih mendalam surah ini
memiliki keunikan khususnya pada pesan yang disampaikan. Allah SWT., memulai
dengan mengingatkan hambaNya (Muhammad) akan banyaknya pemberian/nikmat yang
telah Allah berikan.
Ternyata
pesan penginat ini tidak hanya kepada Nabi Muhammad SAW., begitu juga dengan
umatnya yaitu kita ini. Bukannya curahan nikmat Allah itu juga diberikan kepada
kita? Bukankah nikmat yang Allah berikan kepada kita itu sudah amat banyaknya?
Dan bahkan Allah SWT., menegaskan di dalam
Al Quran bahwa curahkan nikmat Allah itu kepada manusia tidak akan
pernah terhitung saking banyaknya.
Point
yang tidak kalah pentingnya adalah hakikat nikmat pemberian Allah itu sendiri.
Karena tanpa pemahaman yang lurus tentang curahan nikmat ini, tidak menutup
kemungkina ada manusia yang mengira bahwa Allah belum memberikan nikamat itu
kepada semua makhluk dan mungkin hanya kepada sebagai hambaNya.
Hal
ini bisa terjadi kalau ukuran nikmat itu berupa materi, seperti harta kekayaan,
kedudukan, pangkat, jabatan dan lain sebagainya. Namun apabila ukuran nikmat
Allah itu dikembalikan kepada segala pemberian yang Allah anugerahkan, termasuk
kesehatan, umur yang panjang, kecakapan dalam mengungkapkan pendapat dan lain
sebaganinya. Karena hakikatnya segala manusia ini tidak pernah lepasa dari
segala pemberian Allah SWT.
Setelah
Allah SWT menegaskan bahwa nikmat yang diberikan kepada kita sudah begitu
banyak, kemudian Allah meminta kita untuk menjaga dua hal yang sangat esensial
demi kebaikan manusia di dunia sampai di akhirat kelak.
1.
Perintah Shalat
Shalat yang dimaksud dalam ayat ini
adalah shalat yang semat karena Allah. Shalat yang menjadikan kita menginat
Allah, merasa bahwa diri kita berada pada awasan dan kontrol Allah. Sehingga
seorang hamba, setelah menerima pelbagai macam nikmat yang tida terkira ini
kemudian Allah meminta kita untuk senantiasa menjaga hubungan vertikal kita,
yakni antara manusia dengan Tuhannya, antara makhluk dengan khaliqnya da
seterusnya.
2.
Perintah untuk berQurban (Menyembelih Hewan)
Perintah untuk menyembelih ini tidak
lepas dari bentuk anjuran Islam untuk senentiasa menjaga hubungan baik antara
sesama manusia. Sebaik apapun manusia di dalam ibadah (menjaga hubungan
vertikal), belum dikatakan baik apabila mengabaikan hubungan antara sesama
manusia (horizontal). Dengan demikian dapat dipastikan bahwa perintah untuk
mendekatkan diri kepada Allah dengan melalui ibadah shalat dan ibadah lainnya,
juga berbagi dan menjalin hubungan yang baik antara sesama manusia yaitu dengan
berbagi rizki dengan menyembelih hewan kemudian membagikannya kepada orang
sekitar adalah sama-sama perintah Allah dan anjuran agama. Bahkan Islam mengancam
orang yang mengabaikan orang yang ada disekitarnya dan hanya terfokus kepada
peribadatan akhiratnya.
Adapun
pada ayat yang ketiga Allah SWT., memberikan wejangan terhadap Nabi Muhammad
SAW., tentang cercaan orang kafir dan makian mereka terhadap Nabi Muhammad
terkait hakikat keberadaan anak perempuan. Sesungguhnya yang terpenting dari
karunia anak adalah bukan jenis kelaminnya, bukan laki-laki atau perempuannya. Kedatangan
Islam melalui tangah Rasulullah pun slah satunya bertujuan untuk meluruskan kekeliruan
orang arab selama ini bahwa anggapan dan kepercayaan kalau peyambung keturunan
itu hanya anak laki-laki, sedangkan anak keturunan perempuan tidak tergolong
sebagai penyambung keturunan. Sehingga Allah SWT., menegaskan bahwa jenis
kelamain anak keturunan bukanlah jadi ukuran keberhasilan orangtua di dalam
mendidik, akan tetapi keduanya dapat meninggikan derajat orangtua, juga diwaktu
yang bersamaan dapat merendahkan kedudukan orangtua di sisi Allah SWT.
Karena
sesungguhnya anak adalah satu pemberian di antara sekian banyak pemberian Allah
SWT., kepada hamba-hambaNya. Dengan demikian, anak laki-laki dan anak peremuan;
kedua-duanya merupakan pemberian Allah SWT. Tidak ada wewenang seorang hamba
untuk mengatur dan menentukan jenis anak keturunannya. Manusia boleh berharap
akan tetapi ketentuan harapan itu ada di sisi Allah SWT. Wallahua’lam
*Sufrin Efendi Lubis
*Sufrin Efendi Lubis