Panduan ini diperuntukkan untuk Mahasiswa yang masih susah untuk membedakan
beberapa huruf yang sering disamakan ketika membacanya, khususnya mahasiswa/i
yang latar belakang pendidikannya tidak dari pesantren. Juga, tulisan ini bukan
untuk mengkritisi kesalahan dan mengejek para mahasiswa tamatan SMA/SMK yang
belajar di kampus pada jurusan keislama; PAI, PBA, BKI, KPI dan lain
sebagainya. Akan tetapi, kesalahan itu juga dialami sebagian mahasiswa yang
memiliki latar belakang pesantren.
Di antara huruf yang sering salah pengucapannya dan masih kurang dikuasai
cara melafalkannya adalah sebagai berikut:
ت, ط
ث, س, ش, ص
ذ, ز, ج, ظ
أ, ع
ق, ك
هـ, ح
1. Huruf Ta dan Tha sering dibaca
sama oleh pembaca pemula. Padahal kalau dilihat dari segi makhraj dan shifatnya
memiliki perbedaan yang signifikan. Akan tetapi saya tidak mau membahas
mkharijul huruf dan shifatul huruf yang tentunya itu akan membingungkan dan
jauh dari tujuan awal pembuatan tulisan singkat ini. Pertanyaanya, bagaimana
seharusnya membedakan kedua huruf ini secara praktek dan penggunaan ketika
membaca ayat suci al Quran?
Simpelnya adalah, Ta tidak termasuk huruf Qalqalah
(huruf yang mengeluarkan pantulan suara seolah dia berbaris padahal mati, atau
seorang tidak dimatikan padahal perhentian), sebagai misal adalah: شَطْرُ (SYATH.thRu) huruf TH itu seolah hidup
padahal berbaris mati, namun bukan dibaca hidup, tapi hanya sekedar ada
pantulan seperti bunyi aslinya. Apabila diibaratkan dengan tulisan huruf TH
(kapital) memiliki bunyi sempurnah dan utuh, sedangkan huruf th (kecil) bunyinya
setengah dari bunyi sempurnah, karena bunyinya hanya sekedar pantulan dari
huruf aslinya.
Sedangkan huruf Ta meskipun tidak memiliki
pantulan tapi dia memiliki desisan (Hams) ketika mati atau hendak
berhenti pada huruf Ta yang
berbaris. Adapun ukuran desisian yang dimaksud menurut ukuran bacaan yang benar
adalah hanya didengar oleh sipembaca dan tidak sampai didengar oleh orang yang
ada disekelilingnya.
Sedangkan cara membaca Ta ketika perbaris
(hidup) mirip seperti membaca hurut (Tei) dalam bahasa indonesia.
Sehingga, bacaan huruf Ta berbaris dengan desisan adalah bacaan yang
kurang tepat.
Huruf س dalam bahasa arab hampir mirip pengucapannya
dengan huruf (S) dalam tulisan latin. Sehingga Bismillah itu dibaca
dengan bacaan biasa dalam bahasa indonesia.
Bersambung Insya Allah...
Sufrin Efendi Lubis
Sufrin Efendi Lubis
4 comments:
assalamu'alaykum lanjutannya kapan gan??
Benar gan, menarik ini. Ini yg sy cari. Huruf2 itu yg sampe sekarang belum sy kuasai dgn baik.
منتاف
Maasyeek jazaakallah khayr
Post a Comment