Wednesday, 30 September 2015

Panduan Mudah Membedakan Huruf Hijaiyah yang Mirip dan Hampir Sama

Panduan ini diperuntukkan untuk Mahasiswa yang masih susah untuk membedakan beberapa huruf yang sering disamakan ketika membacanya, khususnya mahasiswa/i yang latar belakang pendidikannya tidak dari pesantren. Juga, tulisan ini bukan untuk mengkritisi kesalahan dan mengejek para mahasiswa tamatan SMA/SMK yang belajar di kampus pada jurusan keislama; PAI, PBA, BKI, KPI dan lain sebagainya. Akan tetapi, kesalahan itu juga dialami sebagian mahasiswa yang memiliki latar belakang pesantren.

Di antara huruf yang sering salah pengucapannya dan masih kurang dikuasai cara melafalkannya adalah sebagai berikut:

ت, ط
ث, س, ش, ص
ذ, ز, ج, ظ  
أ, ع
ق, ك
هـ, ح

1. Huruf Ta dan Tha sering dibaca sama oleh pembaca pemula. Padahal kalau dilihat dari segi makhraj dan shifatnya memiliki perbedaan yang signifikan. Akan tetapi saya tidak mau membahas mkharijul huruf dan shifatul huruf yang tentunya itu akan membingungkan dan jauh dari tujuan awal pembuatan tulisan singkat ini. Pertanyaanya, bagaimana seharusnya membedakan kedua huruf ini secara praktek dan penggunaan ketika membaca ayat suci al Quran?

Simpelnya adalah, Ta tidak termasuk huruf Qalqalah (huruf yang mengeluarkan pantulan suara seolah dia berbaris padahal mati, atau seorang tidak dimatikan padahal perhentian), sebagai misal adalah: شَطْرُ  (SYATH.thRu) huruf TH itu seolah hidup padahal berbaris mati, namun bukan dibaca hidup, tapi hanya sekedar ada pantulan seperti bunyi aslinya. Apabila diibaratkan dengan tulisan huruf TH (kapital) memiliki bunyi sempurnah dan utuh, sedangkan huruf th (kecil) bunyinya setengah dari bunyi sempurnah, karena bunyinya hanya sekedar pantulan dari huruf aslinya.

Sedangkan huruf Ta meskipun tidak memiliki pantulan tapi dia memiliki desisan (Hams) ketika mati atau hendak berhenti pada huruf  Ta yang berbaris. Adapun ukuran desisian yang dimaksud menurut ukuran bacaan yang benar adalah hanya didengar oleh sipembaca dan tidak sampai didengar oleh orang yang ada disekelilingnya.

Sedangkan cara membaca Ta ketika perbaris (hidup) mirip seperti membaca hurut (Tei) dalam bahasa indonesia. Sehingga, bacaan huruf Ta berbaris dengan desisan adalah bacaan yang kurang tepat.


Huruf س  dalam bahasa arab hampir mirip pengucapannya dengan huruf (S) dalam tulisan latin. Sehingga Bismillah itu dibaca dengan bacaan biasa dalam bahasa indonesia.

Bersambung Insya Allah...

Sufrin Efendi Lubis

4 comments:

sukoyo said...

assalamu'alaykum lanjutannya kapan gan??

Agus Maulani said...

Benar gan, menarik ini. Ini yg sy cari. Huruf2 itu yg sampe sekarang belum sy kuasai dgn baik.

Opini tentang covid 19 said...

منتاف

annura bint fikr said...

Maasyeek jazaakallah khayr